beritasulut.id Kotamobagu – Pemerintah Kota Kotamobagu memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi aman dan penyaluran kembali berjalan normal.
Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar Pemkot Kotamobagu bersama Pertamina, TNI, Polri dan pengelola SPBU di Ruang Rapat Asisten II Sekretariat Daerah Kotamobagu, Jumat (4/9/2026) bakda Ashar.
Rapat tersebut digelar menindaklanjuti arahan Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, untuk segera merespons keresahan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
Rapat dipimpin Asisten II Pemkot Kotamobagu, Noval Manoppo, dan dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Ariono Potabuga, Sales Branch Manager (SBM) Sulutgo II Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Aditya Taufik, Pasi Intel Kodim 1303/Bolaang Mongondow Kapten Inf. Muyassir, perwakilan Polres Kotamobagu Rusdin Zima, pengelola SPBU Kotobangon serta jajaran OPD terkait.
Noval mengatakan, kehadiran langsung pihak Pertamina di Kotamobagu merupakan bagian dari langkah cepat Pemkot untuk mencari solusi atas antrean yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Pertama tadi kami diskusi dengan Pertamina, kemudian dari Polres, Kodim, dan teman-teman OPD terkait. Kami berterima kasih sekali atas kehadiran pihak Pertamina yang langsung hadir di Kota Kotamobagu sesuai arahan Pak Wali Kota untuk secepatnya berkunjung ke Kota Kotamobagu,” ujar Noval.
Dari hasil evaluasi bersama, Noval menegaskan bahwa persoalan antrean bukan disebabkan oleh terganggunya pasokan BBM. Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi kepanikan masyarakat atau panic buying.
Pemkot bersama Pertamina, TNI dan Polri kemudian menyepakati untuk mencabut kebijakan uji coba pembatasan pembelian Pertalite sebesar 25 liter per kendaraan dan mengembalikan penyaluran sesuai kebutuhan konsumen.
“Sebenarnya stok tidak ada masalah. Bahkan Kota Kotamobagu sampai hari ini menjadi atensi khusus dari pihak Pertamina. Memang kondisi di lapangan adalah kepanikan yang nanti berdampak pada antrean. Kebijakan pembatasan 25 liter sudah kami evaluasi, dan kami kembalikan serta normalisasikan kembali sesuai kebutuhan konsumen,” jelas Noval.
Kepastian stok juga disampaikan langsung pihak Pertamina. Sales Branch Manager (SBM) Sulutgo II Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Aditya Taufik, memastikan kuota dan pasokan BBM untuk Kotamobagu berada dalam kondisi normal.
Ia menyebut penyaluran Pertalite di Kotamobagu mencapai sekitar 3.000 kiloliter (KL) per bulan untuk seluruh SPBU.
“Dari pihak Pertamina, kita bisa memastikan bahwa kuota dan stok pasokan yang ada di Kota Kotamobagu dalam kondisi normal. Kita juga pasti akan terus memonitor dan memberikan atensi khusus terkait antrean serta kondisi SPBU di Kota Kotamobagu,” kata Aditya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok BBM dipastikan aman hingga Desember.
“Kami imbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena penyaluran dan stok aman sampai Desember,” tegasnya.
Untuk menjaga ketertiban pelayanan di SPBU, Pertamina juga meminta pengelola SPBU, termasuk SPBU Kotobangon, memperketat proses verifikasi QR Code serta menyiagakan petugas marshal untuk mengatur barisan kendaraan.
Sementara itu, perwakilan Polres Kotamobagu, Rusdin Zima, menyatakan kepolisian mendukung pencabutan pembatasan 25 liter dan siap mengawal kelancaran distribusi BBM di seluruh SPBU.
“Kemarin sempat dari pihak Polres, Pemkot, dan Kodim mengevaluasi dengan membuat pembatasan 25 liter per kendaraan. Namun ternyata antrean tetap ada akibat panic buying. Karena dari Pertamina memberikan jaminan stok tidak ada masalah, maka kami sarankan ke SPBU untuk dinormalkan kembali,” jelas Rusdin.
Ia menambahkan, Polres Kotamobagu akan menempatkan personel dari Satuan Lalu Lintas maupun tim Presisi untuk melakukan patroli dan penjagaan di sejumlah SPBU.
Dukungan pengamanan juga disampaikan Pasi Intel Kodim 1303/Bolaang Mongondow, Kapten Inf. Muyassir. Unsur TNI dan Polri memastikan kesiapan personel gabungan untuk membantu pengamanan serta pengaturan lalu lintas secara berkala.
Dengan langkah tersebut, Pemkot Kotamobagu berharap antrean kendaraan di SPBU dapat segera terurai dan distribusi BBM kembali berjalan aman, tertib, serta merata sesuai kebutuhan masyarakat.














