beritasulut.id Kotamobagu – Upaya Pemerintah Kota Kotamobagu dalam memperkuat pencegahan dan penanganan stunting terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.
Terbaru, UPTD Puskesmas Upai meluncurkan inovasi program kesehatan “Posting Cantika” (Posyandu Cegah Stunting untuk Calon Pengantin, Remaja, Ibu dan Anak) di Balai Desa Pontodon, Senin (31/8/2026).
Peluncuran program tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta.
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu dr. Wahdania Mantang, M.Kes., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Chelsi Paputungan, S.T., M.E., Kepala Bidang P2Kesmas Sulastri Mokoginta Syahrudin, Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, Kepala UPTD Puskesmas Upai Dien Hastuti Laoh, para pejabat administrator, sangadi dan lurah se-Kecamatan Kotamobagu Utara, ketua TP-PKK desa/kelurahan, kader Posyandu, serta petugas kesehatan.
Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu yang dinilainya memberikan energi positif sekaligus motivasi bagi jajaran di wilayah tersebut.
Menurutnya, upaya menekan angka stunting membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor.
“Kehadiran Ibu Ketua menjadi dorongan energi positif bagi kami. Di Kecamatan Kotamobagu Utara, kita harus bekerja keras bersama seluruh instansi teknis untuk menekan angka stunting. Kita ingin anak-anak kita pada Indonesia Emas 2045 mendatang betul-betul menjadi generasi emas yang siap memimpin pembangunan daerah, bukan generasi yang tertinggal,” ujar Kusnadi.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta mengapresiasi inovasi yang digagas UPTD Puskesmas Upai tersebut.
Ia menegaskan, pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada anak setelah lahir.
“Pencegahan stunting harus menjadi sebuah proses yang dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan sejak masa remaja, persiapan pernikahan, kehamilan, masa bayi, balita, hingga anak usia prasekolah,” jelas Rindah.
Menurutnya, kehadiran Posting Cantika diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus menjadi wadah edukasi, pemantauan, dan deteksi dini terhadap risiko tumbuh kembang anak.
Rindah juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Dukungan kader Posyandu serta pemerintah desa dan kelurahan, kata dia, turut menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan secara optimal.
Melalui inovasi Posting Cantika, Pemkot Kotamobagu bersama TP-PKK dan jajaran kesehatan berharap upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting, khususnya di wilayah Kotamobagu Utara, dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.














