banner 728x250

Asisten I Pimpin Apel Pagi dengan Bahasa Mongondow, ASN Diajak Lestarikan Warisan Budaya

Asisten I Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta saat memimpin apel di halaman kantor Wali Kota.
banner 120x600

beritasulut.id KOTAMOBAGU – Suasana Apel Pagi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu berlangsung berbeda pada Selasa (21/07/2026). Seluruh amanat yang disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., menggunakan Bahasa Mongondow, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal.

Penggunaan bahasa daerah dalam forum resmi itu menarik perhatian para aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti apel. Mereka tampak antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan.

Mengawali amanatnya, Sahaya mengajak seluruh peserta apel untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan dan kesempatan menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai pengingat perjuangan para pahlawan sekaligus mendorong semangat pengabdian kepada bangsa dan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Sahaya juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Kotamobagu memperjuangkan pengakuan Tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia oleh pemerintah pusat.

Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja dan komitmen Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama Wakil Wali Kota, Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., dalam melestarikan identitas budaya daerah.

Sejalan dengan pengakuan tersebut, Sahaya mengajak seluruh ASN menjadi pelopor penggunaan Bahasa Mongondow dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kantor, sekolah, maupun di tengah masyarakat.

“Mulai hari ini mari kita biasakan menggunakan Bahasa Mongondow agar tetap hidup dan diwariskan kepada anak cucu kita. Jangan sampai bahasa daerah kita hilang karena tidak lagi digunakan,” pesannya.

Di akhir amanat, Sahaya memberikan apresiasi kepada seluruh ASN yang disiplin mengikuti apel pagi serta mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.

Apel ditutup dengan suasana hangat ketika Komandan Apel menyampaikan laporan penutupan menggunakan Bahasa Mongondow dengan ucapan, “Apel aidon nopalut”, yang langsung dijawab Sahaya dengan kata “Pobuidon”. Respons tersebut disambut senyum dan tawa para peserta apel.

Penggunaan Bahasa Mongondow dalam kegiatan resmi pemerintahan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkot Kotamobagu dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan bahasa serta budaya daerah kepada generasi mendatang, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *