beritasulut.id JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing. Kali ini, langkah strategis diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemkot Kotamobagu dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang berlangsung di Kantor Pusat Investasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Jumat (24/07/2026).

Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama Direktur Utama PIP, Ismed Saputra. Kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kotamobagu.
Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi para pelaku usaha lokal untuk memperoleh modal usaha yang mudah diakses, terjangkau, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah dinamika perekonomian nasional.
UMKM Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Selama ini, sektor UMKM terbukti menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, UMKM juga berperan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Menyadari besarnya peran tersebut, Pemerintah Kota Kotamobagu terus menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil. Salah satu tantangan yang selama ini dihadapi UMKM adalah keterbatasan akses terhadap sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

Melalui kemitraan dengan Pusat Investasi Pemerintah, tantangan tersebut diharapkan dapat diatasi secara bertahap melalui skema pembiayaan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau masyarakat.
Dorong UMKM Lebih Produktif dan Kompetitif
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Kotamobagu, Ariono Potabuga, menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepakatan tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kota dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM.
“Penandatanganan Nota Kesepakatan ini merupakan langkah strategis dalam rangka memperkuat sektor UMKM di Kota Kotamobagu,” ujarnya.
Menurut Ariono, kemudahan akses pembiayaan akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, memperbaiki kualitas produk, hingga meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Dengan dukungan pembiayaan yang memadai, UMKM diharapkan mampu berkembang dari usaha berskala mikro menuju usaha yang lebih mapan, sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
Tidak Sekadar Modal, Ada Pendampingan Berkelanjutan
Keunggulan kerja sama ini tidak hanya terletak pada penyediaan akses permodalan. Para pelaku UMKM juga akan memperoleh pendampingan serta pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Selain itu, koperasi maupun kelompok usaha tertentu juga memiliki peluang untuk menjadi agen penyalur pembiayaan PIP kepada para anggotanya. Skema tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan pembiayaan hingga menyentuh lebih banyak pelaku usaha di berbagai sektor.
Bukti Sinergi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat

Penandatanganan nota kesepakatan turut disaksikan jajaran Direksi PIP Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Ketua Komisi II DPRD Kota Kotamobagu Dani Ikbal Mokoginta, S.H., serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Kotamobagu Ariono Potabuga.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Kotamobagu dalam memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk memastikan program pemberdayaan UMKM berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menuju Kotamobagu yang Lebih Mandiri Secara Ekonomi
Melalui kolaborasi dengan Pusat Investasi Pemerintah, Pemkot Kotamobagu optimistis sektor UMKM akan semakin berkembang dan mampu menjadi fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat.
Akses pembiayaan yang semakin luas, didukung pendampingan usaha yang berkelanjutan, diharapkan melahirkan pelaku-pelaku UMKM yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota Kotamobagu dalam membangun daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan semakin terbukanya akses terhadap pembiayaan produktif, pelaku UMKM di Kotamobagu kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Advertorial)
















