banner 728x250

DLH Sulut dan Pemkab Boltim Studi Tiru Program Adiwiyata di SMPN 4 Kotamobagu

Program Adiwiyata, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan kunjungan Studi Tiru.
banner 120x600

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kotamobagu kembali menjadi rujukan dalam pengembangan sekolah berwawasan lingkungan. Keberhasilan sekolah tersebut menerapkan Program Adiwiyata menarik perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk melakukan kunjungan studi tiru, Kamis (9/7/2026).

Rombongan yang turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boltim itu datang untuk mempelajari secara langsung pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan secara berkelanjutan di SMPN 4 Kotamobagu.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta diajak meninjau berbagai fasilitas dan program unggulan sekolah. Beberapa di antaranya meliputi sistem pengelolaan sampah mandiri melalui pemilahan yang terstruktur, pengembangan taman edukasi hijau sebagai sarana pembelajaran, serta penerapan kurikulum berbasis lingkungan yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala SMP Negeri 4 Kotamobagu, Erni Mokodompit, mengatakan keberhasilan sekolah meraih predikat Adiwiyata merupakan hasil komitmen bersama seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa hingga dukungan orang tua.

“Pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan,” ujar Erni.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak diraih dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang dijalankan secara konsisten. Menurutnya, budaya peduli lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Erni juga menyampaikan bahwa SMPN 4 Kotamobagu terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik kepada sekolah lain yang ingin mengembangkan program serupa.

“Kami berharap berbagai inovasi yang telah diterapkan di SMPN 4 Kotamobagu dapat menjadi inspirasi dan diadaptasi oleh sekolah-sekolah lain di Sulawesi Utara,” katanya.

Melalui kunjungan studi tiru ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antar daerah dalam mendukung pengembangan sekolah ramah lingkungan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas implementasi Program Adiwiyata dan membangun budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan di Sulawesi Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *