banner 728x250

TP-PKK Kota Kotamobagu Gandeng Remaja Jadi “Garda Depan” Perangi Stunting Hingga Hulu

banner 120x600

beritasulut.id Kotamobagu – Upaya penanganan stunting di Kota Kotamobagu kini memasuki pendekatan baru. Pemerintah daerah melalui TP-PKK mulai menggeser strategi intervensi tidak hanya di sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai ujung tombak pencegahan.

Hal ini terlihat dalam Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja 2026 yang digelar di Kotamobagu, Selasa (14/04/2026). Kegiatan ini tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Ketua TP-PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan fisik, tetapi ancaman serius terhadap perkembangan otak dan masa depan anak.

“Stunting berdampak pada kecerdasan dan produktivitas generasi. Ini adalah pertaruhan kualitas SDM kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan perubahan pendekatan dengan menempatkan remaja sebagai subjek utama pencegahan, bukan sekadar objek sosialisasi. Remaja dinilai sebagai calon orang tua yang perannya sangat menentukan kualitas generasi berikutnya.

Sementara itu, dukungan juga datang dari tingkat provinsi melalui sambutan Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara yang dibacakan oleh Arista Wowor.

Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya peran duta remaja sebagai agen edukasi sebaya yang mampu menyebarkan informasi kesehatan secara benar dan efektif di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa para duta terpilih tidak hanya membawa nama ajang, tetapi juga memikul tanggung jawab moral untuk menjadi penyambung informasi pemerintah dalam isu gizi dan kesehatan remaja.

Dengan pendekatan ini, Kotamobagu dinilai tengah membangun model edukasi berbasis teman sebaya yang lebih dekat, efektif, dan berkelanjutan dalam upaya menekan angka stunting.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *