Dari Air Bersih Hingga Jalan Desa, Yasti Antar Program IBM Cipta Karya 2026 ke BMR

banner 120x600

Beritasulut.id, BOLMONG – Kebutuhan dasar masyarakat desa di Bolaang Mongondow Raya kembali mendapat perhatian serius.

Pelaksanaan Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat / IBM Cipta Karya Tahap I Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai dengan penandatanganan kontrak swakelola di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Bolaang Mongondow, Lolak, Jumat, 31 Juli 2026.

Program senilai APBN ini merupakan hasil perjuangan dan pengawalan Anggota DPR RI Komisi V Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menjangkau pelosok desa di Sulawesi Utara.

4 Skema Sekaligus, Menyentuh Kebutuhan Utama Warga

IBM Cipta Karya 2026 hadir dengan 4 skema utama yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat:
1. PISEW – Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, berupa jalan lingkungan dan akses ekonomi
2. Pamsimas – Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat
3. Sanimas – Sanitasi Berbasis Masyarakat
4. Sanitasi LPK – Sanitasi untuk Lembaga Pendidikan Keagamaan

Penandatanganan kontrak dihadiri Kadis PUPR dari Kab. Bolmong, Bolsel, Boltim, serta para Kepala Desa (Sangadi) penerima program.

Jangkauan Program di BMR Tahun 2026

Kabupaten Bolaang Mongondow:
– 6 Desa penerima Pamsimas, termasuk Desa Muntoi
– 12 Desa penerima Sanimas
– 13 Paket PISEW yang menghubungkan 26 Desa di Kec. Bilalang, Bolaang Timur, Dumoga Barat, Dumoga Tengah, Dumoga Tenggara, Dumoga Timur, Dumoga Utara, dan Lolayan.

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan:
– 1 Desa penerima Pamsimas di Desa Tolondadu Dua, Kec. Bolaang Uki.

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur:
– 1 Desa penerima Pamsimas di Desa Badaro, Kec. Modayag
– 2 Desa penerima Sanimas di Desa Buyat, Kec. Kotabunan & Desa Tombolikat, Kec. Tutuyan
– 2 Paket PISEW penghubung Desa Buyat–Buyat Satu & Desa Dodap Mikasa–Dodap

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara:
– 2 Desa penerima Program Sanitasi LPK

Secara keseluruhan, program ini menjangkau puluhan desa di BMR.

Swakelola: Masyarakat Jadi Subjek Pembangunan

Menggunakan pola swakelola, pemerintah mendorong keterlibatan langsung masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan.

Kartika Tunggali Kepala Desa Muntoi penerima program menyampaikan apresiasi.

“Kami bersyukur program ini kembali hadir di desa kami. Akses jalan lingkungan, air bersih, dan sanitasi adalah kebutuhan utama. Kami berkomitmen laksanakan secara transparan, tepat waktu, dan sesuai ketentuan agar manfaatnya benar dirasakan warga,” ujarnya.

Ucapan terima kasih kepada Ibu Yasti Soepredjo Mokoagow yang telah memperjuangkan program ini untuk warga Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow.

Dua Jalur Pembangunan Air Bersih Jalan Beriringan

Kehadiran IBM 2026 melengkapi pembangunan besar IPA SPAM Bendungan Lolak 30 L/Detik yang juga diperjuangkan Yasti Soepredjo mokoagow.

Jika IPA Lolak melayani skala kawasan untuk ±2.400 SR, maka Pamsimas menjawab kebutuhan air bersih langsung di tingkat desa.

Harapan: Infrastruktur Berkualitas dan Berkelanjutan

Dengan dimulainya kontrak swakelola ini, Pemkab se-BMR optimis 3 target utama tercapai:
1. Meningkatkan kualitas infrastruktur dasar desa
2. Memperluas akses air minum dan sanitasi layak
3. Mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa

“Komitmen kami adalah memastikan setiap program pro-rakyat sampai ke desa. Karena dari desa, Indonesia dan BMR akan maju,” tegas Yasti Soepredjo Mokoagow. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *