Beritasulut.id, LOLAYAN – Gerakan Pemuda Ansor tidak hanya berhenti pada kaderisasi. Sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis Islam Ahlusunnah Waljamaah, GP Ansor mengambil peran lebih besar untuk menjawab persoalan bangsa, dimulai dari daerah.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara Hamri Mokoagow, SH, S.Pd, M.H.
“Sebagai organisasi berbasis kader, GP. Ansor kiranya tidak hanya bertugas untuk melakukan kaderisasi. Tapi bagaimana sebuah organisasi kemasyarakatan yang berbasis Islam Ahlusunnah Waljamaah dapat memberi kontribusi terhadap bangsa dan negara, dimulai dari daerah,” ungkap Hamri Mokoagow.
Menurut Hamri, Ormas harus mulai berpikir progresif mengambil peran konkret untuk menjawab problem kebutuhan tenaga kerja dan meminimalisir angka pengangguran, terlebih dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan bonus demografi Indonesia.
“Kita tidak bisa hanya menjadi penonton. Bonus demografi harus kita jemput dengan karya nyata, bukan hanya retorika,” tegasnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi nyata di akar rumput. GP Ansor Sulut bekerjasama dengan perusahaan penyedia tenaga kerja PT. Nusa Sinar Makmur, didukung oleh Dinas Tenaga Kerja, Pemerintah Desa Tungoi II Kec. Lolayan, GP Ansor Bolmong, serta PAC Ansor Lolayan melaksanakan sosialisasi tenaga kerja hingga ke tingkat desa.
Kegiatan sosialisasi yang dipusatkan di Desa Tungoi II ini menyasar pemuda, kader Ansor, dan masyarakat umum yang membutuhkan informasi dan akses lapangan pekerjaan yang legal, aman, dan berprospek. Rabu 16 September 2026.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat tinggi. Ini bukti bahwa masyarakat di bawah masih sangat membutuhkan informasi kerja yang benar dan terpercaya,” ujar salah satu pengurus Ansor Bolmong.
Sinergi antara ormas, perusahaan, pemerintah daerah, dan pemerintah desa ini menjadi model kolaborasi baru dalam upaya pengentasan pengangguran di Bolaang Mongondow.
Hamri berharap langkah kecil ini menjadi awal dari pengabdian yang lebih besar.
“Semoga upaya ini akan menjadi pengabdian dan kerja-kerja organisasi untuk bangsa dan daerah. Ansor harus hadir memberi solusi, bukan hanya seremoni,” pungkas Hamri.
Dengan gerakan ini, GP Ansor Sulut menegaskan diri bukan hanya sebagai penjaga ulama dan NKRI, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat dan penjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah. ***













