Beritasulut.id, Tondano – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda berkarakter melalui pembinaan rohani.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada kegiatan Bina Rohani Siswa bertema “Pembinaan Akhlak dan Mental Membangun Karakter dan Spiritual” di SMP Negeri 4 Tondano, Rabu (13/05/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Vanda mengajak para siswa untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, akhlak mulia, dan spiritualitas sejak dini.
Menurutnya, pembinaan karakter dan mental merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab di masa depan.
“Karakter yang baik dan mental yang kuat akan menjadi bekal utama anak-anak kita dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai spiritual juga harus diperkuat agar generasi muda Minahasa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, dan peduli terhadap sesama,” ujar Wabup Vanda di hadapan para siswa.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Pendidikan
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Minahasa, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tondano.
Turut mendampingi Wakil Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Badan Kesbangpol, serta Kabag Prokopim Kabupaten Minahasa. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan tokoh agama dalam membina generasi muda.
Kepala SMP Negeri 4 Tondano menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan rohani menjadi langkah penting untuk melengkapi pendidikan formal dengan pembentukan karakter dan spiritual siswa.
Membangun Karakter Sejak Dini
Wabup Vanda menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Minahasa akan terus mendorong program-program pembinaan karakter di sekolah-sekolah.
Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan moral dan spiritual peserta didik.
“Pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. Dengan begitu, kita bisa mencetak generasi Minahasa yang cerdas secara intelektual, kuat secara mental, dan luhur secara spiritual,” tutupnya. *




