beritasulut.id Kotamobagu – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berencana mengaktifkan kembali akses jalan masuk utama menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Keputusan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama jajaran Forkopimda di ruang kerja Wali Kota, Kamis (30/07/2026).
Wali Kota menjelaskan, penataan akses menuju RSUD menjadi perhatian serius pemerintah setelah terjadi sejumlah kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut. Dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi tersebut.
“Rapat bersama Forkopimda tadi membahas tentang jalan masuk rumah sakit yang sampai sekarang belum difungsikan secara optimal. Ini berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lalu, bahkan dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun terakhir sudah ada dua korban meninggal dunia,” ujar dr. Weny Gaib.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas yang selama ini diterapkan melalui jalur alternatif belum mampu menghilangkan risiko kecelakaan secara signifikan. Karena itu, pemerintah berencana mengembalikan fungsi akses utama atau Jalan Utara sebagai pintu masuk RSUD.
“Kami memikirkan bagaimana caranya untuk mengaktifkan kembali tempat atau jalan masuk yang awal itu. Meskipun dilakukan rekayasa di jalan sebelah, risiko kecelakaan masih tidak bisa dihindari. Makanya, kami akan mengambil langkah untuk mengaktifkan kembali akses utama tersebut,” katanya.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan ditempuh melalui pendekatan persuasif dengan melibatkan masyarakat yang berada di sepanjang ruas jalan yang akan difungsikan kembali.
“Langkah yang kita ambil tentu tidak hanya oleh Pemkot sendiri, tetapi bersama Forkopimda dan tetap bersama-sama dengan masyarakat setempat. Kami akan mendiskusikan apa urgensinya, mengapa harus melalui jalan itu dan bukan jalan yang di sebelah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengaktifan kembali akses utama RSUD bukan hanya untuk kepentingan warga sekitar, tetapi demi menjamin keselamatan dan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas. Mengingat RSUD Kotamobagu merupakan rumah sakit rujukan bagi wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) hingga sebagian Sulawesi Utara, kelancaran akses menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Ini bukan hanya untuk kepentingan warga sekitar, tetapi untuk seluruh masyarakat BMR bahkan Sulawesi Utara karena ini rumah sakit rujukan. Saya berjanji akan terus membicarakan dan mendiskusikan hal ini secara baik-baik dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik,” pungkas dr. Weny Gaib.














