banner 728x250

Bumdes “Monompia” Poyowa Kecil Sukses Panen Perdana Ikan Air Tawar, Wawali Kotamobagu: Bukti Nyata Ketahanan Pangan Berbasis Desa

banner 120x600

Beritasulut.id, KOTAMOBAGU – Unit usaha Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Monompia” Desa Poyowa Kecil kembali menorehkan prestasi. Selasa (19/5/2026), Bumdes tersebut sukses menggelar panen raya perdana budidaya ikan air tawar.

Panen perdana ini resmi dibuka langsung Wakil Wali Kota Kotamobagu, Bpk Rendy Virgiawan Mangkat, SH.MH. Beliau didampingi Kepala Dinas PMD Kotamobagu, Ibu Celsy Paputungan, ST, dan Sangadi Poyowa Kecil, Bpk Habel Lokiman.

Panen di Perkebunan Mokoinit, Bukti Kerja Nyata Bumdes

Kegiatan yang berlangsung di Perkebunan Mokoinit, Desa Poyowa Kecil, ini dihadiri lengkap unsur pemerintahan dan masyarakat. Tampak hadir pimpinan OPD, BPD, pengurus Bumdes Monompia, kelompok pembudidaya ikan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

Dalam sambutannya, Wawali Rendy Virgiawan Mangkat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Saya mengapresiasi Pemerintah Desa, pengurus Bumdes, kelompok pembudidaya, dan masyarakat yang telah bekerja sama hingga program budidaya ikan air tawar berhasil memasuki masa panen perdana,” ujar Rendy.

Menurut Wawali, program ini adalah langkah nyata Pemerintah Kota Kotamobagu dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Caranya dengan mengelola potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.

Buka Peluang Ekonomi Baru Bagi Warga Desa

Lebih lanjut, Rendy menegaskan bahwa Bumdes Monompia tidak hanya fokus pada ketahanan pangan.

“Program ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, budidaya ikan air tawar punya 2 keuntungan besar: memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga Poyowa Kecil.

Pemerintah Kota Kotamobagu, kata Rendy, akan terus mendorong peran Bumdes sebagai motor penggerak ekonomi desa melalui berbagai usaha produktif berbasis potensi lokal.

Dorongan Untuk Pengembangan Lebih Besar

Wawali berharap panen perdana ini menjadi awal pengembangan usaha budidaya yang lebih besar. Kuncinya ada pada peningkatan kualitas produksi, penguatan manajemen usaha, strategi pemasaran, serta pemanfaatan teknologi.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong, kerja sama, dan inovasi. Khusus generasi muda, Rendy mendorong agar aktif mengambil peran di sektor pertanian dan perikanan.

“Dukungan dan pendampingan dari pemerintah desa, tenaga ahli, serta dinas terkait menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di daerah,” tutupnya.

Keberhasilan Bumdes “Monompia” ini menjadi bukti bahwa kolaborasi Pemerintah Kota, Pemerintah Desa, dan masyarakat adalah kunci mewujudkan Kotamobagu yang maju dan sejahtera melalui ketahanan pangan mandiri. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *